January 14, 2009

Pasir dan Batu



Oleh : Irfan Toni Herlambang

Dua orang pengembara sedang melakukan perjalanan. Mereka tengah melintasi padang pasir yang sangat luas. Sepanjang mata memandang hanya ada pasir membentang. Jejak-jejak kaki mereka meliuk-liuk di belakang. Membentuk kurva yang berujung di setiap langkah yang mereka tapaki. Debu-debu pasir yang beterbangan memaksa mereka berjalan merunduk. Tiba-tiba badai datang. Angin besar menerjang mereka. Hembusannya membuat tubuh dua pengembara itu limbung. Pasir betebaran di sekeliling mereka. Pakaian mereka mengelepak, menambah berat langkah mereka yang terbenam di pasir. Mereka saling menjaga dengan tangan berpegangan erat. Mereka mencoba melawan ganasnya badai. Badai reda, tapi musibah lain menimpa mereka. Kantong bekal air minum mereka terbuka saat badai tadi. Isinya tercecer. Entah gundukan pasir mana yang meneguknya. Kedua pengembara itu duduk tercenung, menyesali kehilangan itu. "Ah.., tamatlah riwayat kita," kata pengembara pertama. Lalu ia menulis di pasir dengan ujung jarinya. "Kami sedih. Kami kehilangan bekal minuman kami di tempat ini."

Kawannya, si pengembara dua pun tampak bingung. Namun, mencoba tabah. Membereskan perlengkapannya dan mengajak kawannya melanjutkan perjalanan. Setelah lama menyusuri padang pasir, mereka melihat ada oase di kejauhan. "Kita selamat," seru salah seorang di antara mereka. "Lihat, ada air di sana." Dengan sisa tenaga yang ada, mereka berlari ke oase itu. Untung, bukan fatamorgana. Benar-benar sebuah kolam. Meski kecil tapi airnya cukup banyak. Keduanya pun segera minum sepuas-puasnya dan
mengisi kantong air.

Sambil beristirahat, pengembara pertama mengeluarkan pisau genggamnya dan memahat di atas sebuah batu. "Kami bahagia. Kami dapat melanjutkan perjalanan karena menemukan tempat ini.” Pengembara kedua heran. "Mengapa kini engkau menulis di atas batu, sementara tadi kau menulis di pasir?" Yang ditanya tersenyum. "Saat kita mendapat kesusahan, tulislah semua itu di pasir. Biarkan angin keikhlasan membawanya jauh dari ingatan. Biarkan catatan itu hilang bersama menyebarnya pasir ketulusan. Biarkan semuanya lenyap dan pupus," jawabnya dengan bahasa cukup puitis. "Namun,
ingatlah saat kita mendapat kebahagiaan. Pahatlah kemuliaan itu di batu agar tetap terkenang dan membuat kita bahagia. Torehlah kenangan kesenangan itu di kerasnya batu agar tak ada yang dapat menghapusnya. Biarkan catatan kebahagiaan itu tetap ada. Biarkan semuanya tersimpan." Keduanya bersitatap dalam senyum mengembang. Bekal air minum telah didapat, istirahat pun telah cukup, kini saatnya untuk melanjutkan perjalanan. Kedua pengembara itu melangkah dengan ringan seringan angin yang bertiup mengiringi.



Teman, kesedihan dan kebahagiaan selalu hadir Berselang-seling mewarnai panjangnya hidup ini. Keduanya mengguratkan memori di hamparan pikiran dan hati kita. Namun, adakah kita bersikap seperti pengembara tadi, yang mampu menuliskan setiap kesedihan di pasir agar angin keikhlasan membawanya pergi? Adakah kita ini sosok tegar yang mampu melepaskan setiap kesusahan bersama terbangnya angin ketulusan?

Teman, cobalah untuk selalu mengingat setiap kebaikan dan kebahagiaan yang kita miliki. Simpanlah semua itu di dalam kekokohan hati kita agar tak ada yang mampu menghapusnya. Torehkan kenangan bahagia itu agar tak ada angin kesedihan yang mampu melenyapkannya. Insya Allah, dengan begitu kita akan selalu optimistis dalam mengarungi panjangnya hidup ini.

Mari Sama-sama Kita Berdoa..

"Ya Allah!! Sebagaimana Engkau pernah menghantar burung-burung ababil menghancurkan tentera bergajah Musyrikin, maka kami memohon kepada Mu Ya Allah.. turunkan lah bantuan mu kali ini kepada orang-orang Islam di Palestin, hancurkanlah rejim zionis.. amin"

(Lalu bacalah surah Al Fil / membayangkan kehancuran tentera Yahudi - dengan Izin Allah)

Surah al fil:

"A'lam tara kayfa fa'ala rabbuka bi as-hab al-fil
"A'lam ya'jal kaydahum fi tadlil Wa arsala alayhim tayran ababil
"Tarmihim bi hijaratin-min sijjil Fa ja'ala hum ka asfin-ma'kul"

Lipat gandakan doa ini. Kirim kepada 7 orang rakan anda yang lain..

Maka 7 X 7 X 7 X 7 X 7 X 7 X 7 = 823453 orang akan berbuat berdoa,
kemudian 823453 X 7 = 5.8 juta orang...InsyaAllah akan ikut berdoa...

January 5, 2009

Brunei halal seal goes high-tech

Berita dari Brunei..My x-supervisor final year project 2006-2007


Brand credibility: Dr Abd-ElAziem Farouk Gad presents findings of Brunei's halal food detection research to boost the credibility of the sultanate's halal brand. Picture: Zamri ZainalSobrina Rosli

BANDAR SERI BEGAWAN
Friday, March 14, 2008

INNOVATIVE technology will boost the credibility of the Brunei Halal Brand, courtesy of scientific research findings by the Department of Agriculture and Universiti Brunei Darussalam.

This a result of collaboration between the two institutions toward strengthening the methods by which the accreditation process for the brand will be undertaken.

The sultanate now has a more advanced halal certification method based on scientific research, Normah SH Jamil, acting director of agriculture at the Ministry of Industry and Primary Resources, said in an interview with The Brunei Times.

"This would help develop the confidence of consumers when they see the Brunei halal brand it means that it has been checked thoroughly through physical observation ... and through the scientific tools being used," she said.

The two research areas were the development of Novel biomarkers for the detection of halal in non-halal and stunned slaughtered meat and the development of Gad-holistic kit for halal detection, both by Professor Dr.rer.nat Abd-ElAziem Gad, professor of molecular biology and biotechnology at the Faculty of Science at Universiti Brunei Darussalam.

The acting director of Agriculture said the products such as the Gad-holistic kit for Halal detection would be commercialised.

"This will help the private sector bring confidence in their products to be certified halal, this is a cheaper way to certify halalness," she said.

Through the Brunei Halal brand, Brunei has set its target of becoming one of the major players of the halal brand globally through halal food certification processes.



This is among a number of strategies for Brunei to diversify economic activity and reduce its reliance on its mineral resources. At the same time, it is seen to boost efforts to get a good share of the lucrative halal market.

The Brunei Times

Laskar Pelangi-Nidji


ni lagu favorite ku dan suami skg ni..

mimpi adalah kunci
untuk kita menaklukkan dunia
berlarilah tanpa lelah
sampai engkau meraihnya

laskar pelangi takkan terikat waktu
bebaskan mimpimu di angkasa
warna bintang di jiwa

reff:
menarilah dan terus tertawa
walau dunia tak seindah surga
bersyukurlah pada Yang Kuasa
cinta kita di dunia selamanya

cinta kepada hidup
memberikan senyuman abadi
walau hidup kadang tak adil
tapi cinta lengkapi kita

laskar pelangi takkan terikat waktu
jangan berhenti mewarnai
jutaan mimpi di bumi

repeat reff [2x]

laskar pelangi takkan terikat waktu